Usai Tiga Bulan Diperbaiki, Ambulans 2 IKAWANGI Dewata Kembali Siap Mengabdi

Denpasar – Setelah menjalani proses perbaikan selama tiga bulan, Ambulans 2 IKAWANGI Dewata kembali siap beroperasi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Perbaikan dilakukan pada sejumlah bagian penting kendaraan, mulai dari body yang mengalami keropos, penggantian kaca depan, lampu, AC, ban, hingga pembenahan komponen lain agar armada kembali dalam kondisi prima.

Kesiapan armada tersebut ditandai dengan tasyakuran yang digelar pada Kamis (30/7/2026) malam di kediaman H. Wahyuno, SE, ST, di Denpasar. Acara yang dimulai pukul 20.00 WITA itu dihadiri jajaran pengurus, relawan, dan anggota IKAWANGI Dewata sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya proses perbaikan sekaligus doa agar ambulans dapat kembali menjalankan tugas kemanusiaan dengan lancar.

Ketua IKAWANGI Dewata, Drs. H. Noer Yasin, M.Pd.I mengaku bersyukur karena Ambulans 2 akhirnya kembali siap melayani masyarakat setelah melewati proses perbaikan yang cukup panjang.

"Alhamdulillah setelah tiga bulan perbaikan, akhirnya siap beroperasi lagi. Kaca depan baru, lampu baru, AC baru, tadi sore juga bannya baru. Yang lainnya nanti sambil berjalan kita perbaharui," ujar Noer Yasin.

Menurutnya, perbaikan tidak hanya difokuskan pada komponen yang terlihat, tetapi juga bagian body kendaraan yang sebelumnya mengalami keropos sehingga kini kondisi ambulans jauh lebih layak dan aman untuk dioperasikan.

"Yang keropos di bawah pintu, juga sudah dihilangkan. Ambulans 1 dan Ambulans 3 insyaallah sehat," katanya.

Noer Yasin juga menjelaskan bahwa Ambulans 2 akan diproyeksikan untuk mendukung pelayanan di Kabupaten Gianyar. Namun, pengoperasiannya akan tetap disesuaikan dengan kebutuhan agar seluruh armada tetap terawat.

"Ambulans 2 ini nantu langsung bisa dibawa cabang Gianyar. Akan tetapi nanti kalau ambulans Gianyar jarang jalan, bisa ganti-gantian dengan Denpasar agar mesinnya tetap panas," jelasnya.

Sujito, Ketua Departemen Sosial IKAWANGI Dewata, saat memberikan sambutan dalam rangka tasyakuran Ambulan pada Kamis (30/7/2026)

Dalam kesempatan yang sama, Penasehat IKAWANGI Dewata, Agustinus Winjaya, S.H, menyampaikan bahwa tasyakuran tersebut ditandai dengan tradisi jenang sengkolo sebagai simbol doa dan harapan bagi perjalanan pengabdian ambulans ke depan.

"Tasyakuran ditandai dengan jenang sengkolo. Jenang putih berarti kesucian, artinya diniati dengan niat suci untuk mengabdi. Jenang merah berarti semangat kebersamaan atau jenggirat," tutur Agustinus Winjaya.

Sementara itu, Ketua Departemen Sosial IKAWANGI Dewata, Sujito, mengingatkan seluruh relawan dan pengemudi ambulans agar senantiasa mengutamakan keselamatan saat menjalankan tugas. Menurutnya, hak prioritas yang dimiliki ambulans di jalan bukan berarti dapat mengabaikan aspek keselamatan.

"Meskipun ambulans mendapatkan prioritas di jalan, kita harus tetap waspada dan berhati-hati. Keselamatan lebih utama daripada kecepatan," tegas Sujito.

Ia berharap seluruh relawan selalu menjaga kedisiplinan dan kehati-hatian sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara maksimal tanpa mengabaikan keselamatan pasien, petugas, maupun pengguna jalan lainnya.

Dengan selesainya proses perbaikan ini, Ambulans 2 IKAWANGI Dewata diharapkan kembali menjadi garda terdepan dalam pelayanan sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat Bali, khususnya warga Banyuwangi yang berada di perantauan maupun masyarakat umum yang membutuhkan layanan ambulans. Tasyakuran tersebut bukan sekadar ungkapan rasa syukur, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen pengurus dan relawan dalam memberikan pelayanan terbaik dengan penuh keikhlasan.

Semangat itu sejalan dengan tagline IKAWANGI Dewata, "Jenggirat Tangi, Siap Mengabdi, Seduluran Selawase," yang mencerminkan tekad untuk terus bangkit, mengabdi tanpa pamrih, serta menjaga persaudaraan dan kebersamaan dalam setiap langkah pelayanan kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *