Pertemuan Rutin Ikawangi Dewata Bali Cabang Klungkung Berlangsung Meriah, Semangat Guyub dan Budaya Banyuwangi Kian Menggelora

Klungkung – Suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat nuansa Banyuwangi terasa begitu kental dalam Pertemuan Rutin Ikawangi Dewata Bali Cabang Klungkung yang digelar pada Sabtu malam, 25 Juli 2026, di kediaman Ustadz Rosikin, Jalan By Pass Ida Bagus Mantra, Gelgel, Klungkung.

Sejak pukul 19.00 WITA, ratusan warga Banyuwangi yang berdomisili di Klungkung dan sekitarnya mulai berdatangan. Pertemuan yang rutin dilaksanakan setiap dua bulan sekali ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat persaudaraan sesama perantau.

Acara dipimpin langsung oleh Ketua Cabang Klungkung, Ns. H. Riyanto, S.Kep., dan dihadiri jajaran Pengurus Pusat Ikawangi Dewata Bali, di antaranya Ketua Umum Drs. H. Noer Yasin, M.Pd.I., Wakil Ketua Umum Wahyuno, Sekretaris Jenderal Lulut Joni Prasojo, Wakil Sekjen Yoyok Kusbiantoro, Bendahara Umum H. Solihin, serta Ketua KPID Thole. Turut hadir pula Ketum ke 3 Agustinus Winjaya, Pembina IstiyonoKetua Cabang Gianyar R. Hadi Suyatna dan Ketua Cabang Bangli H. Yani.

Dalam sambutannya, H. Riyanto mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh anggota dan tamu undangan. Ia menjelaskan bahwa Cabang Klungkung saat ini memiliki enam koordinator lapangan (korlap), dan pertemuan kali ini diselenggarakan oleh Korlap 5.

Ia juga menyampaikan rencana besar yang akan digelar dua bulan mendatang, yaitu peringatan Hari Ulang Tahun ke-7 Ikawangi Dewata Cabang Klungkung yang akan dipadukan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, dengan Korlap 6 di bawah koordinasi Bapak Nawawi sebagai tuan rumah.

Rangkaian kegiatan nantinya tidak hanya berupa syukuran, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial. Setiap korlap akan membawa tumpeng, panitia akan membuat tradisi endog-endogan, dilanjutkan santunan anak yatim piatu, donor darah, doa bersama untuk anggota yang akan menjalani operasi sesar, serta doa bagi anggota yang akan berangkat menunaikan ibadah umrah.

Salah satu momen menarik malam itu adalah ketika Agustinus Winjaya, Ketua Umum ke 3 Ikawangi Dewata Bali, menyampaikan wejangan dengan gaya "mendalang" khas Jawa. Dengan bahasa yang ringan namun penuh makna, ia mengajak seluruh pengurus menjaga nilai-nilai luhur organisasi.

Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki keluhuran budi dan kewibawaan, tetapi tetap menyadari bahwa setiap manusia memiliki kekurangan. Ia juga mengibaratkan menjadi pengurus organisasi seperti mendaki gunung, penuh tantangan dan membutuhkan kesabaran serta semangat pantang menyerah.

Di akhir pesannya, Agustinus mengajak seluruh keluarga besar Ikawangi Dewata untuk terus menjaga persaudaraan, kerukunan, dan kebersamaan demi kemajuan organisasi.

Suasana kemudian berubah semakin semarak saat lagu Umbul-Umbul Blambangan berkumandang. Hampir seluruh peserta spontan berdiri, ikut bernyanyi, bertepuk tangan, bahkan berjoget bersama. Lagu-lagu Banyuwangi yang dimainkan malam itu seolah membawa suasana kampung halaman hadir di tengah perantauan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Ikawangi Dewata Bali Drs. H. Noer Yasin, M.Pd.I., mengaku bangga melihat semangat warga Banyuwangi di Klungkung yang terus melestarikan budaya daerah.

"Walaupun kita berada di tanah rantau, malam ini rasanya seperti berada di kampung sendiri. Lagu-lagu Banyuwangi membuat kita selalu ingat akar dan asal-usul kita," ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya hanya melanjutkan pondasi kuat yang telah dibangun oleh para ketua umum sebelumnya, khususnya Agustinus Winjaya yang selama dua periode kepemimpinannya berhasil membentuk kepengurusan Ikawangi di seluruh kabupaten dan kota se-Bali.

Dalam arahannya, Ketua Umum mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk terus menjaga kekompakan, mematuhi aturan organisasi, meningkatkan inovasi dan kreativitas, serta memperkuat komunikasi antara pengurus pusat dan seluruh cabang.

Ia juga menyampaikan salam dari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang mengapresiasi warga Banyuwangi di Bali karena terus menjaga budaya daerah meski berada di perantauan. Selain itu, salam juga disampaikan dari Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas, yang ditemuinya saat menghadiri Banyuwangi Ethno Carnival (BEC).

Ketua Umum berharap kegiatan seperti yang dilakukan Cabang Klungkung dapat menjadi inspirasi bagi cabang-cabang lainnya karena tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus kegiatan sosial.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan makan bersama, hiburan musik, dan karaoke lagu-lagu Banyuwangi. Suasana semakin meriah ketika peserta dari berbagai usia ikut berjoget bersama diiringi musik khas Banyuwangi. Gelak tawa, tepuk tangan, dan semangat kebersamaan terus mewarnai malam hingga acara berakhir.

Pertemuan rutin Cabang Klungkung kembali membuktikan bahwa Ikawangi Dewata Bali bukan sekadar organisasi paguyuban, tetapi juga menjadi rumah bersama bagi warga Banyuwangi di tanah rantau untuk menjaga persaudaraan, melestarikan budaya, dan saling peduli melalui berbagai kegiatan sosial.