Kepala BNN Bali Ajak Paguyuban Etnis dan Organisasi Kedaerahan Perkuat Perang Melawan Narkoba

Dari kiri ke kanan : Kepala BNN Denpasar, Kepala BNN Bali, Ketua Paguyuban Etnis Nusantara A.A. Bagus Ngurah Agung, tokoh Flobamora Yusdi Diaz di Asa Cofe pada Selasa (21/7/2026). Foto : Kholik Mawardi

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali yang baru, Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol. Dr. Putu Putera Sadana, S.I.K., M.Hum., M.M., menggelar silaturahmi dengan Ketua Paguyuban Etnis Nusantara dan organisasi kedaerahan yang ada di Bali, Selasa (21/7/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Asa Cafe tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan membangun sinergi antara BNN Bali dengan berbagai organisasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Pulau Dewata.

Dalam pertemuan tersebut, Putu Putera Sadana menyampaikan rasa bangganya dapat kembali ke Bali dan mendapat amanah untuk ikut menjaga masyarakat Pulau Dewata dari ancaman bahaya narkotika.

"Suatu kebanggaan bagi saya untuk kembali ke Pulau Dewata dan dapat menjadi bagian dalam melindungi dan melayani masyarakat Bali dari ancaman bahaya narkotika. Mohon dukungannya. Semoga ke depan dengan semangat war on drugs for humanity, kita bersama bisa mewujudkan Bali yang aman, maju dan bersinar (bersih narkoba)," ujar Putu Putera Sadana di Asa Cofe, Selasa (21/7/2026).

Ia menegaskan, persoalan narkotika tidak dapat ditangani oleh BNN Bali sendiri. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk paguyuban etnis dan organisasi kedaerahan, untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini sekaligus memutus mata rantai penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Ajakan tersebut mendapat respons positif dari organisasi kedaerahan yang hadir. Mewakili Ikawangi Dewata, Ketua Departemen Advokasi, Hukum, dan HAM Zainal Abidin menyatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan BNN Bali dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

"Kami, Ikawangi Dewata, welcome sekali jika BNN datang kepada kami untuk sosialisasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba," ujar Zainal.

Menurutnya, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran mengenai bahaya narkoba. Karena itu, Ikawangi Dewata menyambut baik apabila BNN Bali dapat hadir secara langsung di tengah komunitas dan organisasi masyarakat untuk memberikan pemahaman terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Selain menjadi agenda silaturahmi dan memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan narkoba, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan kegiatan Bersinarun Rave yang akan dilaksanakan pada 17 Oktober 2026 di Museum Kebon Vintage Car, Denpasar Timur.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, membangun kesadaran akan pentingnya hidup sehat dan menjauhi narkoba.

Melalui sinergi antara BNN Bali, paguyuban etnis, organisasi kedaerahan, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan upaya mewujudkan Bali yang aman, maju, dan bersinar atau bersih dari narkoba dapat terus diperkuat.(*)