TABANAN – Ketua Ikawangi Dewata Bali, Drs. H. Noer Yasin, M.Pd.I, menegaskan tiga fokus utama organisasi dalam menjalankan program bagi warga Banyuwangi di Bali, yakni bidang sosial, budaya, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hal tersebut disampaikan Noer Yasin saat menghadiri kegiatan Bakti Sosial Donor Darah yang digelar Ikawangi Dewata Cabang Tabanan dalam rangkaian Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (8/8/2026).
Dalam sambutannya, Noer Yasin menyampaikan, kegiatan donor darah yang diprakarsai Ketua Ikawangi Dewata Cabang Tabanan, Mangku Jawi, merupakan salah satu bentuk pelaksanaan program sosial organisasi. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 45 kantong darah berhasil dikumpulkan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Mangku Jawi selaku ketua Ikawangi Dewata Cabang Tabanan dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Yang pertama, saya mengucapkan banyak terima kasih atas terselenggaranya kegiatan sosial yang benar-benar diprakarsai oleh Ketua Cabang Tabanan. Tentunya juga mendapat support dari pihak terkait,” ujar Noer Yasin.
Dalam kesempatan tersebut, Noer Yasin menjelaskan, bidang sosial menjadi salah satu perhatian utama Ikawangi Dewata Bali. Donor darah menjadi salah satu bentuk kegiatan sosial yang dilaksanakan organisasi di sejumlah daerah.
Menurutnya, darah yang terkumpul dari kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Ini amanah dari DPP. Dengan adanya donor darah, darah kita ini akan membantu banyak nyawa yang sedang membutuhkan,” katanya.
Selain donor darah, Ikawangi Dewata juga memiliki program sosial lain yang ditujukan kepada warga Banyuwangi di Bali, terutama anggota yang telah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA).
Noer Yasin menjelaskan, bagi warga Banyuwangi yang memiliki KTA dan meninggal dunia kemudian hendak dimakamkan di kampung halaman di Banyuwangi, Ikawangi Dewata menyediakan layanan ambulans secara gratis.
Selain layanan ambulans, keluarga juga mendapatkan santunan kematian sebesar Rp2,5 juta.
“Warga Banyuwangi yang ber-KTA, apabila meninggal dunia dan ingin dimakamkan di kampung halaman di Banyuwangi, ambulans kita gratis. Kemudian kita kasih santunan Rp2,5 juta,” jelasnya.
Menurutnya, layanan sosial tersebut juga tetap diberikan kepada warga Banyuwangi yang belum memiliki KTA. Namun, mekanisme pelayanan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.
“Kalau tidak ber-KTA, itu juga kita layani, tetapi dengan hitung-hitungan tertentu. Nilai sosialnya tetap kita perhatikan,” ujarnya.
Selain itu, Ikawangi Dewata juga berupaya membantu warga yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Organisasi memberikan informasi dan membantu menghubungkan warga dengan fasilitas kesehatan yang tersedia.
Noer Yasin mengatakan Ikawangi Dewata juga telah membangun kerja sama dengan sejumlah rumah sakit untuk mendukung pelayanan tersebut.
Melestarikan Budaya Banyuwangi
Noer Yasin menyebut berbagai kesenian Banyuwangi terus ditampilkan dalam kegiatan masyarakat Banyuwangi di Bali. Menurutnya, pelestarian budaya menjadi bagian penting dalam menjaga identitas warga Banyuwangi di tanah perantauan.
Ia mengapresiasi kegiatan budaya yang sebelumnya dilaksanakan Ikawangi Dewata Cabang Tabanan, termasuk penampilan kesenian Bantengan dan Gandrung dalam padade Singasana Merah Putih Tabanan pada Selasa (4/8/2026) di Taman Perjuangan Singasana, Kabupaten Tabanan.
Berita Terkait
Menurutnya, kesenian tersebut tidak hanya ditampilkan sebagai hiburan, tetapi juga terus dikembangkan melalui inovasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat.
“Budaya-budaya itu tetap kita lestarikan. Tentunya kita berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat,” katanya.
Ia menilai kegiatan budaya juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Banyuwangi kepada masyarakat yang lebih luas.
Pendataan UMKM
Noer Yasin mengatakan banyak warga Banyuwangi yang merantau ke Bali bergerak di dunia usaha, terutama sektor kuliner dan perdagangan.Karena itu, organisasi mulai melakukan pendataan UMKM warga Banyuwangi di Bali. Pendataan tersebut dilakukan melalui formulir yang telah disiapkan Ikawangi Dewata.
Ia mengajak seluruh warga Banyuwangi yang memiliki usaha untuk ikut mengisi pendataan tersebut, apa pun jenis usaha yang dijalankan.
“Bapak-bapak dan ibu-ibu yang punya unit usaha, apa pun usahanya, tolong link itu diisi,” ujarnya.
Menurut Noer Yasin, pendataan tersebut diperlukan agar Ikawangi Dewata memiliki data pelaku UMKM yang dapat menjadi dasar untuk memberikan informasi dan menyusun program pengembangan usaha.
“Tujuannya untuk perdagangan, sekaligus nanti ada informasi-informasi lain yang terkait dengan UMKM,” katanya.
Dengan adanya data tersebut, Ikawangi Dewata dapat mengetahui potensi usaha warga Banyuwangi yang tersebar di berbagai wilayah Bali.
Dorong Warga Mengurus KTA
Dalam kesempatan tersebut, Noer Yasin juga mengajak warga Banyuwangi yang belum memiliki KTA Ikawangi Dewata untuk segera mengurus keanggotaan.
Menurutnya, KTA menjadi bagian penting dalam pendataan warga sekaligus memudahkan anggota mendapatkan akses terhadap sejumlah program sosial organisasi.
Ia berharap semakin banyak warga Banyuwangi yang terdata dan bergabung dalam organisasi sehingga program yang disusun dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Saat ini, kata Noer Yasin, Ikawangi Dewata Provinsi Bali telah memiliki kepengurusan di sembilan cabang kabupaten/kota.
Perluasan kepengurusan tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi untuk membangun koordinasi dengan warga Banyuwangi yang tersebar di berbagai wilayah Bali.
Jaga Keamanan dan Kebersihan
Selain tiga program utama tersebut, Noer Yasin juga menekankan pentingnya warga Banyuwangi di Bali menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan. Ia mengajak warga perantauan untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
“Orang rantau dari Banyuwangi yang datang ke tempat ini harus bersinergi. Selalu menjaga ketertiban, keamanan, lebih-lebih tentang masalah sampah,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungan tempat tinggalnya.
Noer Yasin juga berharap komunikasi antara Ikawangi Dewata dengan pemerintah daerah dapat terus berjalan. Ia meminta warga Banyuwangi di Tabanan menyampaikan berbagai persoalan melalui pengurus cabang agar dapat dikomunikasikan dengan pihak terkait.
Ia menyebut Mangku Jawi sebagai Ketua Ikawangi Dewata Cabang Tabanan selama ini telah memiliki komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah setempat.
Noer Yasin sendiri memiliki pengalaman tinggal dan bekerja di Tabanan pada 2009 hingga 2011. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi salah satu alasan dirinya memiliki kedekatan dengan wilayah Tabanan.
“Tabanan ini saya pernah di sini tiga tahun. Insyaallah kita nanti bisa berkomunikasi,” katanya.
Ia berharap keberadaan Ikawangi Dewata Bali dapat memberikan dampak positif bagi warga Banyuwangi di Bali, sekaligus memperkuat hubungan organisasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. “Mudah-mudahan keberadaan kami dari Ikawangi Dewata ini akan membawa dampak positif, khususnya untuk cabang-cabang yang lainnya,” ujar Noer Yasin.(*)

