45 Kantong Darah, Semangat Seduluran di Tabanan

blank

Calon peserta donor darah mendaftarkan diri pada Sabtu (08/08/2026). foto : Kholik Mawardi

TABANAN – Suasana Sabtu sore (08/08/2026) di Gedung Serbaguna Perum Promik, Banjar Sema, Desa Kediri, Tabanan, terasa berbeda. Warga mulai berdatangan sejak pukul 17.00 wita. Sebagian datang bersama keluarga, sebagian lainnya hadir setelah menyelesaikan aktivitas masing-masing.

Di dalam ruangan beratap baja ringan itu, nuansa merah putih begitu terasa. Umbul-umbul kecil dan bendera Merah Putih menghiasi sejumlah sudut ruangan. Di dinding hijau, sebuah banner bertuliskan “Bhakti Sosial Donor Darah - Semarak Kemerdekaan, Kediri Keren” menjadi penanda kegiatan.

Lampu-lampu gantung menerangi ruangan. Suasana pun terasa hangat.

Di meja pendaftaran, warga antre dengan tertib. Ada yang mengisi data, ada yang menjalani pemeriksaan awal, sementara petugas medis dan panitia melayani dengan ramah. Di sudut lain, beberapa warga sibuk menyiapkan konsumsi.

Sesekali terdengar tawa. Percakapan ringan mengalir di antara warga yang sudah saling mengenal. Tidak ada suasana kaku. Yang terlihat justru semangat gotong royong. Ada yang datang untuk mendonorkan darah, ada yang membantu panitia, ada yang menyiapkan konsumsi, dan ada pula yang hadir memberikan dukungan.

Sore itu, semangat menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui perayaan. Warga juga memilih berbagi melalui kegiatan sosial.

suasana donor darah

Suasana Bhakti Sosial Donor Darah - Semarak Kemerdekaan, Kediri Keren pada Sabtu sore (08/08/2026) di Gedung Serbaguna Perum Promik, Banjar Sema, Desa Kediri, Tabanan. Foto : Kholik Mawardi

Semangat Seduluran, 45 Kantong Darah Terkumpul

Kegiatan Bhakti Sosial Donor Darah akhirnya berhasil mengumpulkan 45 kantong darah. Jumlah itu menjadi catatan penting dari kegiatan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh warga yang sudah meluangkan waktu dan ikut mendonorkan darah. Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, sehingga bisa berjalan dengan baik dan berhasil mengumpulkan 45 kantong darah. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Mudah-mudahan semangat gotong royong dan kepedulian seperti ini terus kita jaga bersama,” ujar Mangku Jawi.

Angka 45 bukanlah sekadar angka. Setiap kantong darah berasal dari seseorang yang bersedia meluangkan waktu dan memberikan sebagian dari dirinya untuk membantu orang lain.

Tidak ada yang tahu siapa yang akan menerima darah tersebut.

Bisa jadi untuk pasien yang sedang menjalani operasi. Bisa untuk ibu yang membutuhkan transfusi setelah melahirkan. Bisa pula untuk korban kecelakaan atau pasien dengan kondisi tertentu yang membutuhkan tambahan darah. Pendonor tidak mengenal mereka. Tetapi darah tetap diberikan. Di situlah nilai kemanusiaan dari donor darah.

“Kita tidak pernah tahu darah ini nantinya untuk siapa. Bisa untuk orang yang sedang menjalani operasi, ibu yang membutuhkan transfusi, korban kecelakaan, atau siapa pun yang membutuhkan darah. Kita mungkin tidak mengenal mereka, tetapi kita bisa membantu mereka. Inilah nilai kemanusiaan dari donor darah,” lanjut Mangku Jawi.

peserta donor darah

Salah satu peserta sedang melakukan proses donor darah pada Sabtu (08/08/2026). foto : Kholik Mawardi

Seduluran Yang Diwujudkan

Ketua Ikawangi Dewata Cabang Tabanan, Mangku Jawi, menjadi salah satu penggerak kegiatan tersebut. Menyampaikan kegiatan sosial seperti donor darah merupakan bagian penting dari keberadaan organisasi di tengah masyarakat. Semangat seduluran tidak hanya diwujudkan dalam hubungan antarwarga Banyuwangi, tetapi juga melalui kepedulian kepada masyarakat secara lebih luas.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Ikawangi Dewata Bali, Drs. H. Noer Yasin, M.Pd.I, yang hadir bersama jajaran pengurus. Noer Yasin menyampaikan terima kasih kepada Mangku Jawi yang telah menginisiasi kegiatan sosial tersebut.

Menurutnya, donor darah merupakan bagian dari amanah organisasi di bidang sosial.

“Darah yang terkumpul ini akan membantu banyak nyawa yang sedang membutuhkan. Ini adalah bagian dari amanah organisasi di bidang sosial,” ujar Noer Yasin.

Ia menjelaskan, Ikawangi Dewata Provinsi Bali kini telah memiliki kepengurusan di sembilan cabang kabupaten/kota. Dalam menjalankan organisasi, terdapat tiga bidang yang menjadi perhatian utama dalam periode ini, yakni sosial, budaya, dan UMKM.

Donor darah di Tabanan menjadi salah satu bentuk nyata dari bidang sosial tersebut. Namun program sosial Ikawangi Dewata tidak berhenti pada donor darah.

Bagi warga Banyuwangi yang memiliki Kartu Tanda Anggota atau KTA, Ikawangi Dewata juga menyediakan layanan ambulans secara gratis apabila anggota meninggal dunia dan hendak dimakamkan di kampung halaman di Banyuwangi.

Selain itu, keluarga juga mendapatkan santunan kematian sebesar Rp2,5 juta.

“Bagi warga Banyuwangi yang memiliki KTA, apabila meninggal dunia dan ingin dimakamkan di kampung halaman di Banyuwangi, ambulans kita gratis. Kemudian kita juga memberikan santunan sebesar Rp2,5 juta,” katanya.

Layanan sosial juga diberikan bagi warga yang membutuhkan bantuan ketika menghadapi persoalan kesehatan. Ikawangi Dewata berupaya memberikan informasi dan membantu menghubungkan warga dengan fasilitas kesehatan. Semangatnya sama. Ketika ada warga yang membutuhkan, seduluran harus hadir

bpak nur yasin menyampaikan sambutan

Ketua Ikawangi Dewata Bali, Drs. H. Noer Yasin, M.Pd.I menyampaikan sambutan Bhakti Sosial Donor Darah - Semarak Kemerdekan Kediri Keren pada Sabtu (08/08/2026). foto : Kholik Mawardi

Apresiasi Pemerintah Kabupaten Tabanan

Kegiatan donor darah tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Tabanan. I Nyoman Gede Gunawan, S.Sos., M.Si, Asisten Administrasi Umum Sekda Tabanan, hadir mewakili Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M.

Ia menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Tabanan tidak dapat hadir secara langsung karena memiliki agenda lain. Namun, menurut Gede Gunawan, pemerintah daerah tetap memberikan apresiasi terhadap kegiatan masyarakat yang memiliki nilai sosial dan kemanusiaan.

Menurutnya, donor darah merupakan salah satu bentuk sederhana untuk membantu orang lain. Ada satu kalimat yang disampaikan Gede Gunawan dan terasa kuat dalam kegiatan tersebut.

“Kita tidak usah mengatakan diri kita pahlawan, tetapi kita adalah penolong. Setidaknya darah yang kita berikan hari ini bisa menyelamatkan sekian nyawa. Siapa tahu besok kita sendiri yang membutuhkan,” ujarnya.

Penolong. Istilah itu terasa pas dengan apa yang berlangsung sore itu. Tidak ada yang mengenakan atribut pahlawan. Tidak ada panggung penghargaan. Tidak ada imbalan yang dijanjikan. Warga hanya duduk, diperiksa, lalu mengulurkan lengan. Darah mereka kemudian dikumpulkan.

Tetapi dari sesuatu yang sederhana itu, bisa lahir manfaat yang sangat besar.

Gede Gunawan juga mengapresiasi keberadaan warga Banyuwangi yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tabanan. Menurutnya, masyarakat perantauan ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah, termasuk melalui aktivitas ekonomi.

“Peran serta masyarakat kita di sini sudah luar biasa. Termasuk saudara-saudara kita yang datang dari luar Kabupaten Tabanan. Banyak yang ikut menopang pembangunan dan menggerakkan ekonomi di Tabanan,” katanya.

donor darah Bpk I gede Gunawan bersama bpak mangku jawi 2

I Nyoman Gede Gunawan, S.Sos., M.Si, Asisten Administrasi Umum Sekda Tabanan, hadir mewakili Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M menyampaikan sambutan Bhakti Sosial Donor Darah - Semarak Kemerdekan Kediri Keren pada Sabtu (08/08/2026). foto : Kholik Mawardi

Menjaga Tabanan Bersama

Ikawangi Dewata bukan hanya hadir sebagai komunitas perantauan. Mereka bekerja, membuka usaha, membangun keluarga, dan menjadi bagian dari lingkungan tempat mereka tinggal. Di Tabanan, banyak warga Banyuwangi yang bergerak di bidang kuliner, perdagangan, jasa, maupun sektor pekerjaan lainnya. Karena itu, Ikawangi Dewata juga memberikan perhatian terhadap pengembangan UMKM.

Noer Yasin mengajak warga Banyuwangi yang memiliki usaha untuk mengikuti pendataan UMKM yang dilakukan Ikawangi Dewata Provinsi Bali.

“Mohon nanti Anggota Ikawangi mengisi form pendataan UMKM. Pendataan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun program pemberdayaan dan membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mendapatkan informasi maupun akses kerja sama.” Ujar Noer Yasin dalam sambutannya.

Menurutnya, dengan data yang baik, organisasi dapat mengetahui potensi warganya. Siapa yang memiliki usaha kuliner. Siapa yang bergerak di perdagangan. Siapa yang menjalankan jasa. Dan siapa yang membutuhkan pendampingan. Dari sana, program pemberdayaan dapat disusun sesuai kebutuhan.

Karena bagi Ikawangi Dewata, keberadaan organisasi bukan hanya tentang berkumpul. Tetapi juga bagaimana organisasi bisa memberikan manfaat.

Dalam kesempatan tersebut, Gede Gunawan juga mengingatkan warga Banyuwangi untuk ikut menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan. Sebagai warga perantauan, masyarakat Banyuwangi diharapkan dapat terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat setempat.

Persoalan yang muncul di lingkungan, menurutnya, dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik.

“Segala sesuatu bisa dibicarakan. Dengan komunikasi yang intensif, itulah fungsi daripada harmoni,” ujarnya.

Pesan itu sejalan dengan suasana kegiatan donor darah. Di ruangan tersebut, tidak ada batas antara warga Banyuwangi, masyarakat setempat, pemerintah, panitia, dan petugas kesehatan. Semuanya berbaur.

donor darah Bpk I gede Gunawan bersama bpak mangku jawi dan bpak noer yasin

Dari kiri ke Kanan : I Nyoman Gede Gunawan, S.Sos., M.Si, (Asisten Administrasi Umum Sekda Tabanan, hadir mewakili Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M.), Mangku Jawi (Ketua Ikawangi Dewata Cabang Tabanan), Drs. H. Noer Yasin, M.Pd.I (Ketua Ikawangi Dewata). foto : Kholik Mawardi

Satu Kantong Kemudian Disusul Yang Lain

Tepat pukul 21.00 WITA, seluruh rangkaian kegiatan Bhakti Sosial Donor Darah berakhir. Suasana di Gedung Serbaguna Perum Promik perlahan kembali tenang. Meja pendaftaran dan perlengkapan medis mulai dirapikan, sementara warga satu per satu meninggalkan lokasi. Dekorasi merah putih dan banner “Bhakti Sosial Donor Darah - Semarak Kemerdekaan” masih terpasang, menjadi penanda kegiatan yang sore hingga malam itu berhasil mengumpulkan 45 kantong darah.

Satu kantong darah berasal dari satu orang, kemudian disusul pendonor lainnya hingga terkumpul 45 kantong. Para pendonor mungkin tidak mengetahui siapa yang kelak menerima darah tersebut. Namun bagi seseorang yang membutuhkannya, satu kantong darah dapat menjadi pertolongan, harapan, bahkan kesempatan untuk kembali berkumpul bersama keluarga. Melalui kegiatan tersebut, semangat kemerdekaan diisi dengan kepedulian, berbagi, dan menjadi penolong bagi sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *